Home Uncategorized Beroperasi Malam Hari, Pabrik Aspal di Bayan Diduga Illegal

Beroperasi Malam Hari, Pabrik Aspal di Bayan Diduga Illegal

3 min read
0
0
13

Klikdotcom, Lombok Utara – Pabrik Aspal atau Asphalt Mixing Plant (AMP) milik PT. Surya Karya Sari (SKS) di Desa Sukadana Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara (KLU) dikeluhkan warga. Pasalnya, selain mulai menimbulkan polusi juga kenyamanan warga terganggu akibat produksi selalu dilakukan pada malam hari, sehingga terkesan produksi aspal yang dihasilkan diduga illegal.

“Beroperasinya kembali perusahaan produksi aspal atau AMP yang ada di Sukadana Bayan mulai meresahkan warga sekitar. Sejumlah warga telah mengadukan persoalan mereka ke kami,” ungkap Bupati DPD Lembaga Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Lombok Utara, Zaenudin, Minggu (8/1).

Menurutnya, aktivitas pabrik aspal milik SKS ini patut dipertanyakan dari semua bentuk perizinan. Pasalnya, beroperasinya tidak dilakukan secara normal melainkan seperti sembunyi-sembunyi. Demikian dengan sejumlah warga yang juga mempertanyakan terkait pabrik tersebut.

“Dari informasi masyrakat, kami turun ke lokasi dan menemukan banyak keluhan masyarakat. Tidak hanya soal polusi, mengganggu kenyamanan ataupun aktifitas angkutan yang memenuhi badan jalan, melainkan soal kewajiban dan tanggungjawab sosial perusahan atau CSR terhadap masyrakat,” terangnya.

Zaenudin menambahkan, di sekitar lokasi pabrik terdapat sekitar 50 Kepala Keluarga yang bermukim. Jelas berdampak terhadap polusi maupun kehidupan sosial di masyarakat akibat polisi yang ditimbulkan. Pihaknya menduga, aktivitas pengolahan bukan tidak mungkin juga ada limbah B3-nya. Kendati Pemkab juga akan di dorong untuk memelototi aktivitas pabrik aspal ini agar diketahui oleh masyarakat setempat.

Dari keterangan warga, ucap Zaenudin, rata-rata warga menolak adanya tambang ataupun aktivitas pabrik aspal itu. Dulu pernah di stop karena tidak memberikan kontribusi terhadap aktifitasnya, namun sekarang beroperasi kembali.

“Kenapa waktu periode kepemimpinan Djohan Sjamsu, pabrik aspal ini selalu beroperasi namun pada saat kepemimpinan Najmul Akhyar justru pabrik aspal SKS ini tidak pernah berproduksi. Ada apa? Ini patut kita bertanya-tanya,” ucapnya.

“Semua warga mengeluh hanya warga masyarakat tidak ada yang berani berbicara. Saya juga akan tanyakan ke Pemkab Lombok Utara juga prihal ini,” imbuhnya.

Sementara itu, ketika berusaha dikonfirmasi media secara langsung ke lokasi, sumber dari pabrik tersebut belum bisa ditemui karena gerbang terkunci. (*)

Editor: Lalu Habib Fadli

Load More Related Articles
Load More By Editor Klikdotcom
Load More In Uncategorized

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Pegiat STQ Lotim Sayangkan Pengunduran Diri Salah Seorang Pengurus LPTQ Dari Jabatannya

Klikdot.com, Lotim-Pegiat Tilawatil Qur’an menyayangkan pengunduran diri koordinator…